Archive for Oktober 2016
Pengertian OSI Layer
Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh
International Standar Organization (ISO), yaitu badan yang menyediakan kerangka
logika terstruktur tentang bagaimana proses komunikasi data berinteraksi
melalui jaringan. OSI layer merupakan konsep dasar pada suatu jaringan
komputer, yang dibuat untuk menerangkan struktur dan fungsi protokol komunikasi
data. Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan
memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi
data. Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi
juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International
Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS
(National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga
oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics
Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor
produk LAN ada yang memakai standar yang dihasilkan IEEE.
OSI Layer mendukung komunikasi antar komputer yang berbeda platform. Sebelum adanya OSI, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing-masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi.
OSI memiliki 7 layer, yang mana setiap layernya mempunyai fungsi yang berbeda-beda, yaitu application layer, presentation layer, session layer, transport layer, network layer, datalink layer, dan apllication layer. Secara garis besar layer-layer OSI dibagi menjadi dua bagian, yaitu upper layer (aplikasi, presentasi, dan sesi) dan lower layer (transport, network, data link dan fisik). Setiap layernya bersifat self-contained yang artinya fungsi yang diberikan ke setiap layer dapat di implementasikan secara independent, maksudnya pembaruan fungsi suatu layer tidak akan mempengaruhi layer lainnya, namun setiap fungsinya spesifik dan mendukung lapisan diatasnya dan sekaligus juga menawarkan layanan untuk lapisan yang ada di bawahnya.
Banyak kelebihan dari model OSI ini, diantaranya karena protocol lebih mudah diatur dan dipantau, layer yang dibawahnya mudah diubah tanpa mempengaruhi layer yang di atas, dan upper layer dapat menggunakan fungsi-fungsi yang telah didefinisikan oleh lower layer, oleh karena kejelasan fungsi dari masing-masing layer itulah model OSI layer kini banyak digunakan.
Dari kelebihan yang ada, terdapat pula kekurangan pada model OSI layer ini, yaitu layering juga dapat menambah kompleksitas proses, karena masing-masing layer harus mengerjakan fungsinya masingmasing dan memiliki kemampuan proses yang berlainan. Proses pembungkusan yang dilakukan untuk fungsi information hiding kurang efisien, karena setelah sampai ke host tujuan, pembungkus yang digunakan untuk menyembunyikan informasi tadi dibuang satu persatu.
Di dalam setiap layer terdapat beberapa protokol. Protokol berfungsi sebagai aturan dalam pengiriman (pelewatan) data dalam layer. Berikut adalah contoh-cobtoh protokol yang umum pada setiap layer (tidak termasuk sub-protocol)
OSI Layer mendukung komunikasi antar komputer yang berbeda platform. Sebelum adanya OSI, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing-masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi.
OSI memiliki 7 layer, yang mana setiap layernya mempunyai fungsi yang berbeda-beda, yaitu application layer, presentation layer, session layer, transport layer, network layer, datalink layer, dan apllication layer. Secara garis besar layer-layer OSI dibagi menjadi dua bagian, yaitu upper layer (aplikasi, presentasi, dan sesi) dan lower layer (transport, network, data link dan fisik). Setiap layernya bersifat self-contained yang artinya fungsi yang diberikan ke setiap layer dapat di implementasikan secara independent, maksudnya pembaruan fungsi suatu layer tidak akan mempengaruhi layer lainnya, namun setiap fungsinya spesifik dan mendukung lapisan diatasnya dan sekaligus juga menawarkan layanan untuk lapisan yang ada di bawahnya.
Banyak kelebihan dari model OSI ini, diantaranya karena protocol lebih mudah diatur dan dipantau, layer yang dibawahnya mudah diubah tanpa mempengaruhi layer yang di atas, dan upper layer dapat menggunakan fungsi-fungsi yang telah didefinisikan oleh lower layer, oleh karena kejelasan fungsi dari masing-masing layer itulah model OSI layer kini banyak digunakan.
Dari kelebihan yang ada, terdapat pula kekurangan pada model OSI layer ini, yaitu layering juga dapat menambah kompleksitas proses, karena masing-masing layer harus mengerjakan fungsinya masingmasing dan memiliki kemampuan proses yang berlainan. Proses pembungkusan yang dilakukan untuk fungsi information hiding kurang efisien, karena setelah sampai ke host tujuan, pembungkus yang digunakan untuk menyembunyikan informasi tadi dibuang satu persatu.
Di dalam setiap layer terdapat beberapa protokol. Protokol berfungsi sebagai aturan dalam pengiriman (pelewatan) data dalam layer. Berikut adalah contoh-cobtoh protokol yang umum pada setiap layer (tidak termasuk sub-protocol)
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua
juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and
Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
7th – Layer : Application Services
6th – Layer : Presentation Services
5th – Layer : Session Communications
4th – Layer : Transport Communications
3rd – Layer : Network Communications
2nd – Layer : Data-link Physical connections
1st – Layer : Physical Physical connections
6th – Layer : Presentation Services
5th – Layer : Session Communications
4th – Layer : Transport Communications
3rd – Layer : Network Communications
2nd – Layer : Data-link Physical connections
1st – Layer : Physical Physical connections
Berikut keterangan 7 Lapisan OSI LAYER :
- Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan
electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam
bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel,
transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan
seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
- Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer
physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung
antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link
bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level
yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan
frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3),
Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
- Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi
routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu
tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya
digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange.
Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX
(Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini
telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin
dilakukan oleh Layer Network
- Membagi
aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
- Mendeteksi
Error
- Memperbaiki
error dengan mengirim ulang paket yang rusak
- Mengendalikan aliran
- Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP
dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare,
tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat
dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan
antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali
aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
- Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan
sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini
menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi
antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini:
NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang
menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI,
(NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang
digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager.
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang
terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
- Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu
fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai
contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC
character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu
dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer
ini.
- Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada
layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi
ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara
aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang
membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan
beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada
layer Application.
Fungsi OSI LAYER :
| Lapisan ke- | Nama lapisan | Keterangan |
|---|---|---|
| 7 | Application layer | Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. |
| 6 | Presentation layer | Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)). |
| 5 | Session layer | Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. |
| 4 | Transport layer | Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. |
| 3 | Network layer | Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. |
| 2 | Data-link layer | Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). |
| 1 | Physical layer | Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. |
OSI LAYER

Pengertian WAN (Wide Area network)
WAN (Wide Area network) ialah sebuah jaringan komputer yang mencakup area lokasi yang lebih luas, dengan melibatkan kesatuan komputer yang lebih banyak. Dengan ini sudah jelas berbeda dengan PAN, MAN atau mungkin LAN yang dibatasi dengan ruangan dan bangunan. WAN tidak dibatasi dengan suatu ruangan maupun bangunan namun cakupannya bisa antar benua.
WAN akan mampu mengkoneksikan para pengguna-pengguna sebuah jaringan dalam daerah jangkauan yang lebih luas. Hal ini akan membuat para Technical IT bisa melakukan sharing resource antar negara bahkan antar benua.
WAN akan mampu mengkoneksikan para pengguna-pengguna sebuah jaringan dalam daerah jangkauan yang lebih luas. Hal ini akan membuat para Technical IT bisa melakukan sharing resource antar negara bahkan antar benua.
Fungsi WAN (Wide Area Network)
- Untuk menghubungkan sebuah jaringan LAN dan jaringan MAN menjadi satu jaringan.
- Untuk membantu mempercepat suatu proses berbagi data atau sharing file.
- Untuk mempercepat dan mempermudah sebuah arus komunikasi dan informasi.
- Untuk update data antar perusahaan atau kantor bisa dilakukan setiap saat.
- Untuk menghemat biaya operasional.
Jenis Protocol WAN (Wide Area Network)
1. Point-to-Point protocol (PPP)
Protokol PPP ialah suatu protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun sebuah koneksi antara router ke router atau antara suatu host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous ataupun Asynchronous.
Protokol PPP ialah suatu protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun sebuah koneksi antara router ke router atau antara suatu host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous ataupun Asynchronous.
2. Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP ialah pendahulu dari PPP yang banyak digunakan untuk membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan suatu protokol komunikasi TCP/IP.
SLIP ialah pendahulu dari PPP yang banyak digunakan untuk membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan suatu protokol komunikasi TCP/IP.
3. High-level Data Link Control (HDLC)
Protokol layer data link ini ialah suatu protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika suatu jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. jika perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan ialah PPP yang merupakan protokol standar.
Protokol layer data link ini ialah suatu protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika suatu jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. jika perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan ialah PPP yang merupakan protokol standar.
4. X.25/LAPB
X.25 ialah sebuah standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang menjabarkan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan suatu perangkat-perangkat komputer bisa saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 ini ialah suatu kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, suatu protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
X.25 ialah sebuah standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang menjabarkan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan suatu perangkat-perangkat komputer bisa saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 ini ialah suatu kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, suatu protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
5. Frame Relay
Frame relay ialah suatu protokol yang khusus digunakan untuk membuat sebuah koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini bisa digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung suatu performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame relay ialah suatu protokol yang khusus digunakan untuk membuat sebuah koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini bisa digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung suatu performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
6. Asynchronous Transfer Mode (ATM)
ATM ialah sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis misalnya seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan sebuah cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan suatu penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
ATM ialah sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis misalnya seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan sebuah cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan suatu penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
Kelebihan WAN (Wide Area Network) :
- Dapat Berbagi suatu informasi/file melalui area yang sangat besar.
- Semua orang yang ada di jaringan ini bisa menggunakan data yang sama.
- Memiliki sebuah sistem jaringan yang besar/luas yang sehingga bisa menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
- Jika terkoneksi dengan sebuah jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di laksanakan secara cepat.
- Dapat berbagi resources dengan kone workstations.
Kekurangan WAN (Wide Area Network) :
- Pada Biaya operasionalnya sangat mahal.
- Dalam hal sebuah settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu pada alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.
- Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi suatu pengguna luar yang masuk dan bisa mengganggu jaringan ini.
- Rentan terhadap ancaman dari hacker atau ancaman dari luar lainnya.
Itulah ulasan tentang pengertian , fungsi dan protocol WAN. Semoga bermanfaat ^^
Pengertian Fungsi dan protocol WAN
WLAN OUTDOOR DAN WLAN INDOOR
Sebelum kita bahas tentang outdoor & indoor wireless LAN yang ada, mari kita bahas dahulu standar yang dipakai dalam IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :
• 802.11 – 2,4GHz – 2Mbps
• 802.11a – 5GHz – 54Mbps
• 802.11a 2X – 5GHz – 108Mbps
• 802.11b – 2,4GHz – 11Mbps
• 802.11g – 2,4GHz – 22Mbps
• 802.11n – 2,4GHz – 120Mbps
Jenis-jenis perangkat Wireless LAN :
• Kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 punya spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama.
• Perbedaan yang menyolok berada di software pengendalinya.
Beberapa perusahaan Taiwan pemasok 802.11 diantaranya adalah CyberTAN, GemTek, GlobalSun, USI, Z-Com, Ambit dan Askey dengan menggunakan berbagai chipset seperti Broadcom, Intersil, Atheros, Belkin, dan Agere.
Jenis sambungan Wireless LAN
• W-LAN Outdoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16
• W-LAN Indoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11
Standar Wireless LAN 802.16
• Harga perangkatnya sangat mahal.
• Bekerja diatas frekwensi 5GHz.
• Biasanya dipakai oleh operator telekomunikasi.
Penggunaan 802.11 di outdoor :
• Radio 802.11B hanya punya 11 kanal.
• Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight.
• Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda.
• Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan.
• Harus mengatasi interferensi yang terjadi.
Memasang 802.11 di outdoor :
• Menggunakan PCMCIA di dalam komputer.
• Menggunakan Access Point dengan antena luar Outdoor Unit (Proxim Tsunami) yang bekerja di 5GHz dengan jarak sampai 10 km.
Sebagai gambaran saja bahwa Outdoor Unit dengan menggunakan antena luar, jaraknya bisa sampai 40 km dengan menggunakan WaveRider (~ USD 1.500). Untuk outdoor unit dengan jumlah pelanggan banyak, dipakai Cirronet dengan kemampuan menangani sampai 1.200 pelanggan dalam satu rack 19” (~ USD 10.000).
Apa perbedaan antara jaringan kabel & jaringan wireless?Jaringan Wireless memiliki keunggulan sebagai berikut :
1. Pemeliharaan murah
2. Infrastruktur berdimensi kecil
3. Pembangunan cepat
4. Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas
5. Koneksi internet akses 24 jam
6. Akses internet yang cepat
7. Bebas tanpa pulsa telepon Jaringan
Wireless memiliki kelemahan sebagai berikut :
1. Biaya peralatan mahal
2. Delay yang sangat besar
3. Kesulitan karena masalah propagasi radio
4. Keamanan data
5. Kapasitas jaringan karena keterbatasan spectrum
Router-Operator
- Untuk Router-Operator (router sekaligus operator) menggunakan PC yang berfungsi sebagai router dengan menggunakan OS distro linux seperti mikrotik, vyatta, dll
- Untuk Router Operator, bisa menggunakan PC maupun Routerboard/Cable Router/Router-AP/Modem Router sebagai router, untuk PC router seperti poin di atas, sedangkan untuk Operator bisa menggunakan PC maupun Notebook dengan OS linux, MS Windows, dll dengan fasilitas untuk meremote router.

Model W-Lan outdoor


Sebelum kita bahas tentang outdoor & indoor wireless LAN yang ada, mari kita bahas dahulu standar yang dipakai dalam IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :
• 802.11 – 2,4GHz – 2Mbps
• 802.11a – 5GHz – 54Mbps
• 802.11a 2X – 5GHz – 108Mbps
• 802.11b – 2,4GHz – 11Mbps
• 802.11g – 2,4GHz – 22Mbps
• 802.11n – 2,4GHz – 120Mbps
Jenis-jenis perangkat Wireless LAN :
- Access PointBiasa disebut dengan Hotspot yang berfungsi seperti hub dimana akan menghubungkan bermacam perangkat wireless yang terhubung dengan perangkat tersebut. Bermacam perngkat Access point memiliki konfigurasi administrator yang berbeda-beda sesuai dengan produsennya masing-masing dengan tingkat keamanan yang dapat diatur sesuai dengan kehendak administrator jaringan yang bersangkutan seperti menambahkan enkripsi WEP dan semacamnya untuk keamanan jaringan.
- Wireless Card PCIPerangkat wireless berbentuk card PCI yang dipakai dalam sebuah PC yang tidak memiliki perangkat embedded wireless di dalamnya. Kebanyakan perangkat ini memiliki jangkauan sinyal yang kecil sehingga kadang pengguna menambahkan perangkat antena tambahan untuk menambah kekuatan tangkap sinyal yang ada.
- Wireless USBPerangkat ini banyak diperoleh di pasaran. Perangkat ini bersifat mobile namun karena bentuknya yang terbilang kecil sehingga membuat daya tangkap perangkat ini lebih kecil dibandingkan dengan perangkat lain seperti Wireless card PCI.
- PCMCIAPerangkat ini banyak dijumpai pada Laptop atau notebook jaman dulu yang belum memiliki perangkat wireless adapter terintegrasi seperti pada dewasa ini yang hampir semua Notebook yang dijual memiliki perangkat wireless dengan harga yang murah (tergantung chipset yang digunakan).
- Compact FlashCompact Flash hampir seperti dengan USB yang bersifat mobil namun beberapa anggapan menyatakan bahwa compact flash di klaim lebih lebih baik dibanding dengan wireless adapter USB.
- EmbeddedJenis ini adalah perangkat wireless yang bersifat terintegrasi atau menjadi satu dengan mainboard sebuah PC atau notebook alias onboard.
• Kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 punya spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama.
• Perbedaan yang menyolok berada di software pengendalinya.
Beberapa perusahaan Taiwan pemasok 802.11 diantaranya adalah CyberTAN, GemTek, GlobalSun, USI, Z-Com, Ambit dan Askey dengan menggunakan berbagai chipset seperti Broadcom, Intersil, Atheros, Belkin, dan Agere.
Jenis sambungan Wireless LAN
• W-LAN Outdoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16
• W-LAN Indoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11
Standar Wireless LAN 802.16
• Harga perangkatnya sangat mahal.
• Bekerja diatas frekwensi 5GHz.
• Biasanya dipakai oleh operator telekomunikasi.
Penggunaan 802.11 di outdoor :
• Radio 802.11B hanya punya 11 kanal.
• Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight.
• Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda.
• Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan.
• Harus mengatasi interferensi yang terjadi.
Memasang 802.11 di outdoor :
• Menggunakan PCMCIA di dalam komputer.
• Menggunakan Access Point dengan antena luar Outdoor Unit (Proxim Tsunami) yang bekerja di 5GHz dengan jarak sampai 10 km.
Sebagai gambaran saja bahwa Outdoor Unit dengan menggunakan antena luar, jaraknya bisa sampai 40 km dengan menggunakan WaveRider (~ USD 1.500). Untuk outdoor unit dengan jumlah pelanggan banyak, dipakai Cirronet dengan kemampuan menangani sampai 1.200 pelanggan dalam satu rack 19” (~ USD 10.000).
Apa perbedaan antara jaringan kabel & jaringan wireless?Jaringan Wireless memiliki keunggulan sebagai berikut :
1. Pemeliharaan murah
2. Infrastruktur berdimensi kecil
3. Pembangunan cepat
4. Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas
5. Koneksi internet akses 24 jam
6. Akses internet yang cepat
7. Bebas tanpa pulsa telepon Jaringan
Wireless memiliki kelemahan sebagai berikut :
1. Biaya peralatan mahal
2. Delay yang sangat besar
3. Kesulitan karena masalah propagasi radio
4. Keamanan data
5. Kapasitas jaringan karena keterbatasan spectrum
Router-Operator
- Untuk Router-Operator (router sekaligus operator) menggunakan PC yang berfungsi sebagai router dengan menggunakan OS distro linux seperti mikrotik, vyatta, dll
- Untuk Router Operator, bisa menggunakan PC maupun Routerboard/Cable Router/Router-AP/Modem Router sebagai router, untuk PC router seperti poin di atas, sedangkan untuk Operator bisa menggunakan PC maupun Notebook dengan OS linux, MS Windows, dll dengan fasilitas untuk meremote router.

Model W-Lan outdoor

