Selasa, 01 November 2016

Macam-Macam Serangan Pada Sistem Jaringan Komputer
1. Spoofing
Spoofing adalah Teknik
yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau
informasi, dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura
memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya. Hal
ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/ cracker.
Macam-Macam Spoofing
Ø IP-Spoofing adalah serangan teknis yang rumit yant terdiri dari
beberapa komponen. Ini adalah eksploitasi keamanan yang bekerja dengan menipu
komputer dalam hubungan kepercayaan bahwa anda adalah orang lain. Terdapat
banyak makalah ditulis oleh daemon9, route, dan infinity di Volume Seven, Issue
Fourty-Eight majalah Phrack.
Ø DNS spoofing adalah mengambil nama DNS dari sistem lain dengan
membahayakan domain name server suatu domain yang sah.
Ø Identify Spoofing adalah suatu tindakan penyusupan dengan
menggunakan identitas resmi secara ilegal. Dengan menggunakan identitas
tersebut, penyusup akan dapat mengakses segala sesuatu dalam jaringan.
Contoh Web Spoofing
Web
Spoofing melibatkan sebuah server web yang dimiliki penyerang yang
diletakkan pada internet antara pengguna dengan WWW, sehingga akses ke web yang
dituju pengguna akan melalui server penyerang. Cara seperti ini dikenal dengan
sebutan “man in the middle attack” [2,5]. Hal ini dapat terjadi dengan beberapa
jalan, tapi yang paling mungkin adalah :
Ø
Akses ke situs web
diarahkan melalui sebuah proxy server : ini disebut
(HTTP) application proxy. Hal ini memberikan pengelolaan jaringan
yang lebih baik untuk akses ke server. Ini merupakan teknik yang cukup baik
yang digunakan pada banyak situs-situs di internet, akan tetapi teknik ini
tidak mencegah Web Spoofing.
Ø
Seseorang menaruh link
yang palsu (yang sudah di-hack) pada halaman web yang populer.
2. Ddos (Distributed Denial of Service)
Serangan DOS
Serangan DOS (Denial-Of-Service
attacks) adalah jenis
serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam
jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource)
yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat
menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah
pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang
ȚersebuȚt.
Dalam sebuah
serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk
mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan
menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
Ø Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak
data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar
menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut
sebagai traffic flooding.
Ø Membanjiri jaringan dengan banyak request
terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga
request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan
tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
Ø Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan
kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan
mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap
komponen dan server.
Bentuk serangan Denial
of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama
kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan
yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP).
Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan
yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi
untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat
melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang
digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu
(bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya
Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian,
serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini
disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard
disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau
memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan
terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem
jaringan tersebut telah diperkuat.
Penolakan Layanan
secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service (DDos))
Penolakan Layanan
secara Terdistribusi (Distributed
Denial of Service (DDos))
adalah salah satu jenis serangan Denial of Serviceyang menggunakan
banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk
melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie)
untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial
of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga
dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan
pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target
sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server
yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih
canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni
dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah
komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen
jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama
kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of
Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding,
yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami
"downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang
besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal
seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami
"downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah
dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root
DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut
dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server
tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150.000 request paketInternet
Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan
selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh
dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti
akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator
jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan),
teori dan praktik untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai
berikut:
- Menjalankan tool (biasanya
berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai
jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang
terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut
dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang
disebut sebagai DDOS Trojan, yang akan mengakibatkan host
tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak
jauh (bahasa Inggris: remote)
oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk
melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk
melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan
Stacheldraht, yang dapat diunduh secara bebas di Internet.
- Ketika si penyerang merasa
telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan
penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan
sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini
umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN
Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan
oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan
oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua
sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam
komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan
tersebut mengalami "downtime".
Hampir semua platform
komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan
serangan seperti ini. Sistem-sistem populer,
semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa
varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau
aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh
penyerang.
Beberapa contoh Serangan
DOS lainnya adalah:
Ø Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data
yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat
besar.
Ø Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan
alamat palsu.
Ø Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan
nilai offsetyang membingungkan.
Ø Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP
bervolume besar dengan alamat host lain.
Ø ICMP Flooding
Ping Kematian (Ping
of death)
Ping
Kematian ( Ping of death disingkat POD) adalah jenis
serangan pada komputer yang melibatkan pengiriman ping yang
salah atau berbahaya ke komputer target. Sebuah ping biasanya berukuran
56 byte (atau 84 bytes ketika header IP dianggap). Dalam sejarahnya,
banyak sistem komputer tidak bisa menangani paket ping lebih besar
daripada ukuran maksimum paket IP, yaitu 65.535 byte. Mengirim ping dalam
ukuran ini (65.535 byte) bisa mengakibatkan kerusakan (crash) pada
komputer target.
Secara tradisional,
sangat mudah untuk mengeksploitasi bug ini. Secara umum, mengirimkan
paket 65.536 byte ping adalah illegal menurut protokol jaringan, tetapi
sebuah paket semacam ini dapat dikirim jika paket tersebut sudah
terpecah-pecah, Ketika komputer target menyusun paket yg sudah terpecah-pecah
tersebut, sebuah buffer overflow mungkin dapat terjadi, dan
ini yang sering menyebabkan sistem crash.
Eksploitasi pada
kelemahan ini telah memengaruhi berbagai sistem,
termasuk Unix, Linux, Mac, Windows, printer,
dan router. Namun, kebanyakan sistem
sejak 1997 - 1998 telah diperbaiki, sehingga sebagian besar
bug ini telah menjadi sejarah.
Dalam beberapa tahun
terakhir, muncul jenis serangan ping yang berbeda yang telah menyebar luas,
contohya membanjiri korban dengan ping (ping flooding), dengan
membanjiri begitu banyak ping pada lalu lintas jaringan, yang
mengakibatkan kegagalan normal ping mencapai sistem yg dituju
(dasar serangan Denial of Service).
3. Sniffer
Sniffer Paket atau
penganalisa paket (arti tekstual: pengendus paket — dapat pula diartikan
'penyadap paket') yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet
Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data
pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada
jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan kadang-kadang menguraikan
isi dari RFC(Request for Comments) atau spesifikasi yang lain.
Berdasarkan pada struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah
satu pihak dapat menyadap keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu
lintas dari salah satu mesin di jaringan. Perangkat pengendali jaringan dapat
pula diatur oleh aplikasi penyadap untuk bekerja dalam mode campur-aduk (promiscuous
mode) untuk "mendengarkan" semuanya (umumnya pada jaringan
kabel).
Sniffer paket dapat
dimanfaatkan untuk hal-hal berikut:
Ø Mengatasi permasalahan pada jaringan komputer.
Ø Mendeteksi adanya penyelundup dalam
jaringan (Network Intusion).
Ø Memonitor penggunaan jaringan dan menyaring
isi isi tertentu.
Ø Memata-matai pengguna jaringan lain dan
mengumpulkan informasi pribadi yang dimilikanya (misalkan password).
Ø Dapat digunakan untuk Reverse Engineer pada
jaringan.
Paket-paket yang
terkenal
Ø WireShark
Ø tcpdump
Ø Ethereal
Ø Ettercap
Ø dSniff
Ø EtherPeek
Ø AiroPeek
4. DNS Poisoning
DNS Poisoning merupakan
sebuah cara untuk menembus pertahanan dengan cara menyampaikan informasi IP
Address yang salah mengenai sebuah host, dengan tujuan untuk mengalihkan lalu
lintas paket data dari tujuan yang sebenarnya. Cara ini banyak dipakai untuk
menyerang situs-situs e-commerce dan banking yang saat ini bisa dilakukan
dengan cara online dengan pengamanan Token. Teknik ini dapat membuat sebuah
server palsu tampil identik dengan dengan server online banking yang asli. Oleh
karena itu diperlukan digital cerficate untuk mengamankannya, agar server palsu
tidak dapat menangkap data otentifikasi dari nasabah yang mengaksesnya. Jadi
dapat disimpulkan cara kerja DNS (Domain Name System) poisoning ini adalah dengan
mengacaukan DNS Server asli agar pengguna Internet terkelabui untuk mengakses
web site palsu yang dibuat benar-benar menyerupai aslinya tersebut, agar data
dapat masuk ke server palsu.
DNS Poisoning sendiri
dahulu pertama kali ditunjukkan tahun 1997 oleh Eugene Kashpureff dengan cara
mengalihkan request ke host InterNIC menuju ke situs pendaftaran domain name
alternatif, AlterNIC. Request berhasil dialihkan dengan cara mengeksploitasi vulnerability
pada DNS Service. Pada waktu Name Server menerima jawaban DNS Query, sumber
jawaban ini membiarkan informasi yang tidak ditanyakan. Dengan begitu
Kashpureff dapat memasukkan informasi DNS palsu pada jawaban yang sebenarnya
tersebut. Name server yang menerima jawaban tersebut akan langsung menerima
jawaban tersebut dan menyimpan informasi apapun yang didapatkannya dalam
cache-nya. Hal ini mengakibatkan apabila user mencoba me-resolve suatu host
dalam domain InterNIC, maka ia akan menerima informasi IP Address dari
AlterNIC. Dengan kata lain ia sudah dialihkan ke alamat palsu.
5. Trojan Horse
Trojan
horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal
sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada
sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware)
yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah
memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam
system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak
akses pada target).
Cara Kerja
Trojan berbeda dengan
jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus
komputer atau worm karena dua hal berikut:
Ø Trojan bersifat "stealth"
(siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk seolah-olah
program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus
komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem
atau membuat sistem menjadi crash.
Ø Trojan dikendalikan dari komputer lain
(komputer attacker).
Cara Penyebaran
Penggunaan
istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk
menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program
baik-baik dan berguna; seperti halnya dalamPerang Troya, para
prajurit Sparta bersembunyi di dalam Kuda Troya yang
ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut
para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam
benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang
lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.
Kebanyakan Trojan saat
ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem
operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang
sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain)
yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang cracker untuk
mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu
kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna
mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak
dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat
memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan
seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.
Jenis-Jenis
Trojan
Beberapa jenis Trojan
yang beredar antara lain adalah:
Ø Pencuri password: Jenis Trojan ini
dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi (/etc/passwd atau
/etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau
berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem
operasi Windows NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli.
Selain itu, jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan
seolah-olah dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau
Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk
memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang. Contoh dari jenis
ini adalah Passfilt Trojan yang bertindak seolah-olah dirinya
adalah berkas Passfilt.dll yang aslinya digunakan untuk menambah keamanan password dalam
sistem operasi Windows NT, tapi disalahgunakan menjadi sebuah program
pencuri password.
Ø Pencatat penekanan tombol (keystroke logger/keylogger):
Jenis Trojan ini akan memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan
mengirimkannya kepada penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski
dua hal tersebut melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).
Ø Tool administrasi jarak jauh (Remote
Administration Tools/RAT): Jenis Trojan ini mengizinkan para penyerang
untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap sistem dan melakukan apapun
yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard disk, mencuri atau
menghapus data dan lain-lain. Contoh dari Trojan ini adalah Back
Orifice, Back Orifice 2000, dan SubSeven.
Ø DDoS Trojan atau Zombie Trojan:
Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar dapat
melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap
host target.
Ø Ada lagi sebuah jenis Trojan yang mengimbuhkan
dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi cara kerja program yang
diimbuhinya. Jenis Trojan ini disebut sebagai Trojan virus.
Ø Cookies Stuffing, ini adalah script yang
termasuk dalam metode blackhat, gunanya untuk membajak tracking code
penjualan suatu produk, sehingga komisi penjualan diterima oleh pemasang
cookies stuffing, bukan oleh orang yang terlebih dahulu mereferensikan penjualan
produk tersebut di internet
6. SQL Injection
Injeksi SQL atau SQL
Injection memiliki makna dan arti yaitu sebuah teknik yang menyalahgunakan
sebuah celah keamanan yang terjadi dalam lapisan basis data sebuah aplikasi.
Celah ini terjadi ketika masukan pengguna tidak disaring secara benar dari
karakter-karakter pelolos bentukan string yang diimbuhkan dalam pernyataan SQL
atau masukan pengguna tidak bertipe kuat dan karenanya dijalankan tidak sesuai
harapan. Ini sebenarnya adalah sebuah contoh dari sebuah kategori celah
keamanan yang lebih umum yang dapat terjadi setiap kali sebuah bahasa
pemrograman atau skrip diimbuhkan di dalam bahasa yang lain. (Wikipedia)
SQL injection adalah
jenis aksi hacking pada keamanan komputer di mana seorang penyerang bisa
mendapatkan akses ke basis data di dalam sistem. SQL injection yaitu serangan
yang mirip dengan serangan XSS dalam bahwa penyerang memanfaatkan aplikasi
vektor dan juga dengan Common dalam serangan XSS.
SQL injection exploits
dan sejenisnya adalah hasil interfacing sebuah bahasa lewat informasi melalui
bahasa lain . Dalam hal SQL injection, sebuah bahasa pemrograman seperti PHP
atau Perl mengakses database melalui SQL query. Jika data yang diterima dari
pengguna akhir yang dikirim langsung ke database dan tidak disaring dengan
benar, maka yang penyerang dapat menyisipkan perintah SQL nya sebagai bagian
dari input. (de-kill.blogspot)
Untuk mempermudah
dalam praktek SQL Injection ini, maka bisa menggunakan tools berikut:
1. BSQL Hacker
2. The Mole
3. Pangolin
4. SQLMap
5. Havij
6. Enema SQLi
7. SQL Ninja
8. SQL Sus
9. Safe SQL Injector
10. SQL Poizon
7. PHP Injection
Script php merupakan
salah satu script yang sampai saat ini banyak digunakan oleh seorang webmaster,
disamping rival nya Java. Script
php ini begitu
'Powerfull', mengapa dikatakan demikian karena dalam script php ini kita bisa
melakukan banyak hal. Mulai dari membuat file, membuat counter, membuat date,
membuat bukutamu, membuat forum (salah satunya PhpBB), mengakses database
secara langsung maupun juga membuat gambar dan animasi.
Kesemuanya itu sudah
terdapat dalam fungsi dari script php ini.
Nah karena hal itu lah
maka masih banyak orang yang menggunakannya untuk membangun sebuah website,
selain karena cukup mudah dipelajari.
Jadi PHP Injection
adalah mencari bugs pada script php yang ada yang dilakukan oleh sebagian
hacker.
8. Script Kiddies
Script Kiddie adalah
seseorang yang memiliki kemampuan kurang dalam dunia internet yang hanya bisa
menggunakan tools orang lain untuk melakukan serangan terhadap jaringan
internet, biasanya hanya untuk sensasi. Pada zaman sekarang ini menjadi seorang
Script Kiddie tidak lah susah karena hanya dengan bermodal koneksi internet dan
mengerti sedikit tentang komputer, Orang awam seperti saya pun bisa menjadi
Seorang Script Kiddie karena hanya sedikit mempelajari tool-tools yang di sebar
di internet dan mempelajarinya maka kita bisa menjadi Seorang Script Kiddie.
Pada zaman sekarang ini
menjadi seorang Script Kiddie
tidak lah susah karena
hanya dengan bermodal koneksi internet
dan mengerti sedikit
tentang komputer, Orang awam seperti saya
pun bisa menjadi Seorang
Script Kiddie karena hanya sedikit
mempelajari tool-tools
yang di sebar di internet dan
mempelajarinya maka kita
bisa menjadi Seorang Script Kiddie.
Definisi Script Kiddie
Di dunia hacker
sendiri, Seorang Script Kiddie diartikan
sebagai seseorang dengan
niat buruk yang menggunakan program
lain untuk menyerang
sistem komputer atau pun melakukan deface
pada website.
Senjata Yang Di Gunakan
Script Kiddie
Di Zaman ini apa pun
sangat mudah di temukan di internet,
sama juga dengan senjata
andalan Script Kiddie. Banyak sekali
tools yang bisa di
download di internet dan dapat di gunakan
dengan mudah walau pun
digunakan orang awam sekali pun seperti
saya ini.
Satu yang sangat
sederhana yaitu dengan cara menscan
IP/web untuk mencari
kelemahan sistem yang dapat di serang
dengan mudah, untuk
menjadi Seorang script kiddie. Seseorang
tidak usah kerja hingga
larut malam karena banyak tools yang
bekerja secara otomatis
jadi bisa kita tinggal beraktivitas dan
kita tinggal menunggu
hasil scan dari sebuah tool.
Dibawah ini adalah
sedikit hal buruk yang dapat terjadi
jika sebuah sistem telah
di serang:
1. Deface Web
Setelah penyusup lalu
berhasil masuk ke web serve dan
mempunyai akses penuh di
sebuah webs, biasanya yang di lakukan
seorang script kiddie
adalah mengganti halaman utama sebuah web
dengan id nick name
beserta pesan yang ditujukan buat admin web
tersebut.
Tidak hanya itu banyak
para penyusup mengobrak-ngabrik isi
web sehingga web tidak
lagi bisa di akses oleh pengunjung atau
tidak berjalan dengan
baik lagi. hal tersebut merupakan sebuah
prestasi bagi seorang
script kiddie.
2.
Menginfeksi sistem
Salah satu contohnya
melalui virus atau pun worm yang di
sebar melalui internet
yang nantinya virus atau worm yang
menginfeksi sebuah
komputer akan menggubah sisitem, menggambil
file-file penting yang
ada pada komputer atau merusak total
sebuah computer hingga
tidak bisa digunakan kembali.
3. Mengambil password
Password dengan strong
type ( mempunyai password yang sulit di
tebak ) kadang tidak
berdaya jika script kiddie telah
menjalankan program
keylogger atau sebuah program yang dapat
meng-enskrip sebuah
password
Jika seorang script
kiddie telah mendapatkan akses penuh,
maka mereka dapat sesuka
hati melakukan hal apa saja, contohnya
seperti menghapus atau
mencuri file-file sangat penting.